Tuesday, February 7, 2017

Pengertian dan Klasifikasi Bahan Pangan Nabati

Pengertian Bahan Nabati

Bahan pangan nabati adalah bahan pangan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Indonesia merupakan negara tropis yang dianugerahi bermacam-macam jenis bahan nabati, baik itu buah-buahan maupun sayuran.



Pengertian dan Klasifikasi Bahan Pangan Nabati Ilmu Hexa Prakarya dan Kewirausahaan


Buah-buahan dan sayuran sangat penting sebagai sumber serat, air, vitamin, dan mineral. Sayuran dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu berdasarkan bagian dari tanaman dan berdasarkan tempat iklim tumbuh. Berdasarkan bagian dari tanaman misalnya akar, umbi, batang, daun, buah, bunga, biji dan sebagainya yang dapat dimanfaatkan sebagai sayuran untuk dikonsumsi. Pengelopokan sayuran berdasarkan iklim, yaitu sayuran yang tumbuh di daerah iklim panas atau tropis, contohnya: daun, dan bunga pepaya, petai, jengkol,cabai, terong, kangkung, daun salam, buncis, ubi jalar, sereh, jahe, daun singkong, kunyit. Sayuran yang tumbuh di daerah iklim sedang atau subtropis contohnya: wortel, kol, brokoli, kentang, seledri, selada, dan jamur. Seperti halnya sayuran, buah-buahan juga dapat digolongkan dalam dua golongan berdasarkan iklim, yaitu buah-buahan iklim panas atau tropis dan buah-buahan iklim sedang atau subtropis. Buah-buahan yang tumbuh di daerah iklim tropis contohnya nanas, pisang, pepaya, alpukat, rambutan, mangga, durian, dan sebagainya. Buah-buahan yang tumbuh di daerah iklim sedang (subtropis) contohnya: anggur, apel, jeruk, berbagai jenis berry, dan sebagainya. Buah dan sayuran mengandung beberapa jenis senyawa fenolik yang akan menghasilkan reaksi pencokelatan yang dikatalis oleh enzim.

Klasifikasi Bahan Pangan Nabati

Berikut akan dijelaskan beberapa bagian klasifikasi bahan pangan nabati.

A. Berdasarkan sifat fisik/ teksturnya

  1. Kenyal. Bahan pangan ini tergolong lentur dan elastis. Contohnya jeruk.
  2. Rapuh. Bahan pangan ini pada umumnya berupa bahan baku yang sudah melalui proses pengolahan, contohnya gandum kering
  3. Lunak. Bahan pangan ini bertekstur lunak dan lmbut, contohnya sayur mayur.
  4. Keras. Bahan pangan ini memiliki tekstur yang keras dan padat, contohnya kentang dan umbi-umbian lainnya.

B. Berdasarkan sifat kimianya

  1. Sumber protein. Bahan pangan nabati jenis ini biasanya terdiri dari biji-bijian dan kacang-kacangan, contohnya kedelai.
  2. Sumber karbohidrat. Bahan pangan jenis ini biasanya berupa umbi-umbian, contohnya kentang dan ubi. Sumber karbohidrat sendiri dibedakan menjadi tiga golongan yaitu sumber karbohidrat bergula, sumber karbohidrat bertepung, dan sumber karbohidrat berserat kasar.
  3. Sumber lemak. Bahan pangan nabati jenis ini banyak mengandung lemak, contohnya kelapa sawit dan alpukat.
  4. Sumber mineral. Bahan pangan nabati jenis ini biasanya terdiri dari sayuran berwarna hijau, contohnya bayam.
  5. Sumber vitamin. Bahan pangan nabati jenis ini biasanya terdiri dari sayuran berwarna cerah dan buah-buahan, contohnya wortel, melon, jambu.

C. Berdasarkan sifat biologinya

  1. Bahan pangan klimaterik. Bahan pangan klimaterik adalah bahan pangan yang berasal dari hasil pertanian yang ketika menjelang masak, aktivitas respirasinya menurun. Contohnya adalah jambu air, pisang, apel, pepaya, tomat, dan pir.
  2. Bahan pangan nonklimaterik. Bahan pangan nonklimaterik adalah bahan pangan yang berasal dari hasil pertanian yang ketika menjelang masak, aktivitas respirasinya meningkat. Contohnya adalah semangka, jeruk, anggur, nanas, dan mentimun.

Bahan pangan nabati yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia antara lain padi (beras), jagung, kacang kedelai, kacang tanah, kentang, wortel, dan brbagai jenis bawang

Bahan pangan nabati mengandung pigmen yang menjadi sumber warna bagi bahan makanan tersebut. Pigmen ini secara alami terdapat di dalam bahan pangan. Berdasarkan kandungan pigmennya, bahan pangan nabati dibedakan menjadi 7 jenis

Berikut tabel jenis pigmen alami dan sifatnya
Jenis Pigmen
Jumlah Senyawa
Warna
Sumber
Pelarut
Kestabilan
Antosianin
120
Jingga, merah, biru
Tanaman
Air
Peka pada perubahan pH dan panas
Flavonoid
600
Tak berwarna, kuning
Umumnya tanaman
Air
Tahan panas
Leukoantosianin
20
Tak berwarna
Tanaman
Air
Tahan panas
Tannin
20
Tak berwarna, kuning
Tanaman
Air
Tahan panas
Betalain
70
Kuning, merah
Tanaman
Air
Peka terhadap panas
Kuinon
200
Kuning sampai hitam
Tanaman, Bakteri
Air
Tahan panas
Xanton
30
Kuning
Tanaman
Air
Tahan panas
Karotenoid
300
Tak berwarna, kuning, merah
Tanaman
Lemak
Tahan panas
Klorofil
25
Hijau, cokelat
Tanaman
Lemak, Air
Peka terhadap panas
Sumber : Laren (1986)

Berdasarkan rasanya, bahan pangan nabati dibedakan menjadi beberapa kategori sebagai berikut :

a. Manis, seperti pepaya, mangga, pir, dan melon
b. Masam, seperti asam jawa, markisa, dan jeruk.
c. Pahit, seperti pare dan temulawak

Seorang Mahasiswa PWK yang suka jalan-jalan dan mengabadikan tiap momen. Mau bikin blog tentang ilmu PWK tapi terlalu berat. Jadinya bikin blog ini buat ngeshare aktivitas jalan-jalan yang nyinggung dikit ke PWK

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian dan Klasifikasi Bahan Pangan Nabati

0 Komentar:

Post a Comment